Pages

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 09 Juni 2012

Pelecehan di kereta api oleh penjual senter

Seorang penjual senter masuk ke kereta api yg super penuh. Kemudian terjadi keributan antar penjual senter dengan seorang wanita.

Wanita : Pak ... jangan dorong2 saya donk !!!

Penjual senter : Saya gak dorong2 mbak ... saya aja gak bisa gerak

Wanita : Bohong kalo gak bisa gerak ....lhaaa itu "senter" bapak gerak2 mendorong pantat saya (sambil menunjuk bagian depan celana penjual senter)

Penjual senter : ahh masa sih mbak, tpi ko g ngerasa sakit y saya,


mang lu nabrak apa'an,ter? (nanya sama senter)
senter : nabrak ginian,,,

Penjual senter : giniannya apaan?

senter : yaa ginian ...

Penjual senter : mana ?

senter : tuh liat aja sendiri .......

eng ing eng ...


8 Manfaat Konseling Pernikahan

Ghiboo.com - Banyak pernikahan yang mengalami ujian dalam satu tahun hingga 5 tahun usia pernikahan. Atas nama cinta tentunya setiap pasangan ingin menyelamatkan pernikahan mereka.

Konseling pernikahan sebenarnya patut dicoba, meski banyak yang menganggap hanya menghabiskan waktu dan uang. Tapi, sebuah pernikahan juga membutuhkan pendapat pihak ketiga yang netral.

Agar tidak penasaran, berikut 8 manfaat konseling pernikahan oleh Dr. Rajiv Anand, seorang konselor pernikahan yang dilansir dari laman Idiva, Senin (16/4).

Menghadapi masalah
Banyak pasangan yang berusaha menutupi masalah pernikahan dan tidak berusaha menyelesaikannya. Dengan sesi konseling, baik suami dan istri akan diminta untuk terbuka dan bisa mengkonfrontasi masalah yang terjadi.

Saran dan rekomendasi
Di saat pernikahan Anda sedang rentan, Anda mencari penghiburan dan pendapat dari orangtua, keluarga, atau teman dekat. Tapi, sadarkah Anda mereka belum tentu bisa bijaksana dan objektif memberi masukan? Konselor pernikahan akan memberikan saran objetikf tanpa memihak satu pihak.

Memiliki tanggung jawab
Ketika terjadi pertengakaran dalam pernikahan, kebanyakan pasangan bertahan dengan ego masing-masing. Tapi dengan pergi konseling, para konselor akan mengingatkan bahwa pertengkaran terjadi karena tanggung jawab Anda berdua, jadi ego harus dilepaskan sehingga perceraian tidak perlu terjadi.

Menjadi transparan
Konseling membantu pasangan untuk bisa mendengarkan dan menyampaikan pendapat kepada pasangan masing-masing sehingga hubungan bisa terjalin baik.

Perubahan perspektif
Kadang-kadang dua orang dalam pernikahan gagal menemukan inti masalahnya. Di sinilah peran konselor memberikan perspektif tentang masalah yang dihadapi pasangan.

Dukungan kolektif
Tidak ada yang menang dan kalah atau salah dan benar. Di saat Anda menjalani konseling, maka pasangan dianjurkan untuk melakukan perbaikan dalam pernikahan dengan saling mendukung satu sama lain.

Perasaan nyaman
Setelah bertemu dengan konselor beberapa kali dan semua emosi dan beban bisa ditumpahkan saat konseling, maka perasaan lega dan nyaman Anda rasakan saat itu juga.

Hasil yang jelas
Kunjungan ke konseling akan memberikan gambaran apakah hubungan Anda bisa bertahan atau tidak. Namun, setidaknya jika Anda dan pasangan serius menjalani konseling, hasilnya akan lebih jelas terlihat.

Benarkah Pernikahan Rawan di Dua Tahun Pertama?


TRIBUNNEWS.COM - Tahun-tahun pertama menurut banyak orang merupakan tahun yang paling berat dalam menghadapi permasalahan dalam pernikahan. Perbedaan pendapat lebih sering terjadi, bahkan bukan tak mungkin Anda akan bertengkar hebat dengan suami. Setelah itu berlalu, segalanya jadi lebih mulus.
Benarkah demikian?


Sebagian besar ahli mengasumsikan bahwa dalam masa dua tahun pertama, senyawa-senyawa dalam otak Anda yang bertanggung jawab terhadap letupan-letupan cinta akan mengalami penurunan.
Senyawa itu adalah dopamin, phenylethylamine, dan oksitosin. Terkadang, efek yang terjadi adalah mulai menurunnya intensitas aktivitas seksual. Tidak heran apabila Anda lantas jadi cemas, jangan-jangan daya tarik Anda telah sirna. Atau, pernikahan tidak akan menarik lagi begitu gelombang cinta itu memudar.
Tetapi, para pakar berkata Anda tidak perlu cemas. Sebab, menurut Jennifer Garth, seorang psikolog, sebenarnya setelah dua tahun pertama ini berlalu, datanglah masa ketika komitmen dan dedikasi terhadap pasangan menjadi hal yang lebih penting. Anda telah siap memasuki hubungan jangka panjang dengan pikiran yang lebih dewasa, siap untuk mengambil keputusan bersama pasangan, dan siap menyongsong hal-hal besar yang akan datang dalam kehidupan rumah tangga Anda bersama-sama.

Sifat Asli Pasangan Muncul Ketika Bertengkar


Ghiboo.com - Ketika pasangan suami istri bertengkar, maka segala caci maki bisa keluar. Saat itu, sifat asli dan sifat jelek masing-masing dari pasangan tampak secara nyata. Hal ini tentunya tidak sehat untuk satu pernikahan. Tapi ini adalah konflik dalam pernikahan.
Berikut ini ada beberapa kalimat yang membuat pasangan menikah mengalami pertengkaran hebat, yang dikutip dari boldsky:
"Kamu hidup dari uang saya"
Dulu mungkin pria memang satu-satunya pemegang kendali keuangan karena pencari nafkah. Tapi di jaman sekarang ini, pria dan wanita sama-sama mencari nafkah dan tidak jarang kondisi ini menimbulkan pertengkaran hebat bila keduanya tidak bisa membahas soal keuangan mereka dengan baik.
"Ibumu ingin menyingkirkan saya"
Meskipun pernyataan ini umumnya disampaikan perempuan, tapi pria juga sangat sensitif urusan yang satu ini. Umumnya, setiap orang berusaha untuk dekat dan menempatkan diri dengan mertua mereka. Tapi ketika usaha itu sudah dilakukan tapi tidak berhasil juga, maka perasaan tidak diterima tetap ada.
"Kamu tidak cocok menjadi orangtua "
Jika dalam keseharian Anda dan pasangan tidak bisa saling menekan keegoisan dan selalu bertengkar, bahkan menuduh bahwa dia tidak cocok menjadi orangtua, itu adalah kesalahan yang sangat fatal. Karena ketika Anda bicara seperrti itu, maka Anda juga dianggap tidak layak menjadi orangtua.
"Kau beruntung menikah dengan aku"
Kadang ketika persoalan muncul, kerap keluar kalimat yang tidak perlu. Pernikahan adalah apa yang ingin Anda lakukan atas kesepakatan kedua belah pihak. Jadi, bukan hal bijaksana jika salah satu di antara Anda merasa paling baik daripada pasangan Anda.
"Katakan sekali lagi dan aku akan meninggalkanmu"
Anda bisa saja mengulang kata-kata tersebut sebanyak yang Anda mau, tapi itu hanya akan memperburuk keadaan. Semua akan disesali ketika salah satu dari Anda benar-benar melakukan hal tersebut.

20 Persen Wanita Tak Mau Pakai Cincin Kawin

Setelah menikah, apakah Anda akan mengenakan cincin kawin? Dari 28 ribu pembaca yang mengikuti polling Yahoo! SHE, lebih dari 5000 menjawab: tidak.

Di negara-negara Amerika dan Eropa, mudah untuk mengenali pria atau wanita yang sudah menikah. Jika ada cincin melingkar di jari manis tangan kirinya (rata-rata warga Eropa dan Amerika mengenakan cincin kawin di kiri), itu artinya dia sudah tidak lajang lagi. Tapi di Indonesia, indikator itu tidak berlaku. Selain banyak wanita yang senang mengenakan cincin sebagai aksesori saja, banyak pula pasangan yang tak memakai cincin kawinnya di jari manis kanan.

Pertanyaan ini kami lontarkan lewat sebuah polling di Yahoo! SHE. Hasilnya, dari 28.840 pembaca yang sudah memilih, sebanyak 80% menjawab akan memakai cincin kawin, sementara 20% sisanya (5.733 orang) menjawab tidak.

Apa kira-kira yang menjadi alasan orang tidak mau memakai cincin kawin?
Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda akan memakai cincin kawin setelah menikah?

Sembilan Rahasia Pernikahan Bahagia dan Langgeng, Apa Saja?

REPUBLIKA.CO.ID, ''Semoga langgeng ya sampai kakek nenek.'' Mungkin, inilah doa yang disampaikan banyak orang pada pasangan pengantin baru. Indah terdengar, namun faktanya tak mudah tercapai. Menjalani hari-hari pernikahan, tentu saja, tidak hanya cerita suka yang terdengar. Kisah duka pun mewarnai. Biar begitu, pernikahan yang langgeng dan bahagia bukanlah hal mustahil. Berikut adalah kiat menghadirkan hubungan suami istri yang sehat:




Awasi lingkar pinggang

Ketika sudah menikah, biasanya banyak orang yang merasa tidak perlu lagi menjaga bentuk tubuh. Benar begitu? Salah besar. Dari satu studi terungkap, peluang pasangan menjadi gemuk meningkat 37 persen ketika pasangan Anda juga gemuk. Maka, sejak awal, perlu menerapkan kebiasaan makan yang sehat. Ajak pasangan untuk menyantap makanan yang segar dan tentu saja rendah kalori. Atau, jadwalkan pula kencan menawan di sebuah tempat fitnes.
Siapkan perencanaan keuangan yang matang
Berdasarkan sebuah studi terungkap, sekitar 40 persen pasangan suami istri (pasutri) kerap berbohong pada pasangannya soal pendapatan. Ternyata, uang juga bisa bikin perkawinan tunggang langgang. Bahkan, tak jarang masalah uang merupakan alasan utama pasutri bertengkar.
Ada baiknya, mulai sekarang Anda membicarakan soal uang ini pada pasangan. Jangan khawatir bila Anda termasuk pemboros, sedangkan istri tergolong super hemat. Yang penting, bicarakan ini berdua. ''Lebih baik masalah keuangan diselesaikan sejak awal. Bicarakan, siapa yang harus membayar tagihan atau berapa utang yang harus diselesaikan,'' ujar Ken Robbins, profesor klinis psikiatri dari University of Wisconsin-Madison. 
Tentukan aturan keluarga
Sepanjang 5-10 tahun awal perkawinan, pasutri menghabiskan waktu untuk 'bertengkar' menentukan 'kebijakan' keluarga agar berjalan mulus. Tak jarang, hal-hal kecil juga membuat keduanya berada dalam situasi panas. Tiap pasutri bisa saja punya cara masing-masing untuk membesarkan anak. Lagi-lagi, yang penting adalah komunikasi intensif di antara pasutri. ''Anda harus menentukan bagaimana agar kehidupan berkeluarga tetap bahagia namun tidak kehilangan jati diri masing-masing,'' ujar Robbins.

5 Cara Mudah Memperkuat Pernikahan

Meski rumah tangga Anda baik-baik saja, selalu ada cara untuk mempererat hubungan agar pernikahan makin mesra dan bertahan lama.


Mengatasi masalah-masalah lama yang belum selesai
Pertengkaran, cemburu dan masalah-masalah kecil lainnya dapat membuat hubungan asmara menjadi rumit. Jika Anda terus memperdebatkan masalah yang sama, atau  bertengkar karena masalah-masalah lama, mungkin itu karena masalah tersebut sebetulnya belum terselesaikan. 

Lain kali, jika hal itu terjadi, cobalah tetap tenang dan berusaha mencari tahu mengapa Anda mempermasalahkannya. Cobalah untuk melihat masalah-masalah tersebut dan berusahalah membangun kepercayaan serta keharmonisan.

Anda harus membicarakan perasaan Anda, untuk kemudian mencari solusi bersama, sekalipun membutuhkan waktu lama untuk mengatasi masalah itu. Jika Anda merasa tidak dapat memaafkan seseorang, mungkin lebih baik Anda pergi menjauh untuk sementara.

Menghabiskan waktu bersama yang berkualitas
Antara bekerja, menjaga tubuh tetap sehat, dan kesibukan rumah tangga, mungkin Anda akan sulit menemukan waktu yang tepat untuk dihabiskan bersama pasangan. Di Inggris, kebanyakan  pasangan yang sudah memiliki anak hanya memiliki waktu rata-rata 2,5 jam sehari dengan pasangan mereka. 

Ironisnya, hampir 1,5 jam waktu bersama itu dihabiskan untuk menonton TV atau sibuk dengan gadget masing-masing. Mungkin Anda harus mulai melakukan perubahan. Pertama, tinggalkan TV dan ajaklah pasangan Anda berkencan, anggap saja itu kencan pertama. Pilih lokasi yang memungkinkan bagi Anda berdua untuk berbicara satu sama lain. Selama berkencan, matikan ponsel masing-masing.

Berbagilah pengalaman baru, yang akan membantu menyegarkan kembali kehidupan asmara Anda, sehingga Anda dan pasangan akan menjadi lebih dekat. Ingat, kencan itu hanya untuk bersenang-senang, jadi nikmati saja.

Melihat dari sudut pandang dia
Laki-laki dan wanita memiliki kebiasaan, idealisme, dan kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu tidak mengherankan jika kita sering merasa kesulitan berhubungan satu sama lain. Kunci dalam menjalin suatu hubungan adalah rasa saling pengertian. Kita tidak selalu memiliki sikap dan perspektif yang sama. 

Jadi, suatu saat suami Anda akan mengatakan bahwa Anda berlebihan, atau istri Anda mengatakan bahwa Anda cuek dan tidak mendengarkan. Daripada marah-marah, lebih baik jika Anda menanyakan mengapa mereka berpikiran begitu, lalu coba jelaskan dengan baik-baik. 

Intinya, cobalah pahami sudut pandang dari masing-masing pihak dan mengerti mengapa pasangan Anda bersikap seperti itu, mungkin akan membantu Anda mengatasi banyak masalah dan mengakhiri pertengkaran

Perkuat hubungan dengan lebih sering melakukan seks
Semakin banyak kita melakukannya, semakin sering kita menginginkannya. Mungkin cara ini adalah yang terbaik, dan lakukanlah beberapa kali dalam sepekan. Hubungan seks juga dapat membawa manfaat bagi kesehatan. Hal ini karena, ketika kita berhubungan seks, oksitosin dilepaskan, yang membantu membentuk  ikatan yang kuat antara pria dan wanita saat sedang berada di ranjang. 

Seks juga membantu membangun kepercayaan yang membuat kita mengerti satu sama lain. Pastikan bahwa Anda dan pasangan Anda memprioritaskannya. Berusahalah mencari waktu yang tepat bagi. Jika terlalu lelah untuk berhubungan seks sebelum tidur, cobalah untuk melakukannya di pagi hari atau sesaat setelah tiba di rumah. 

Perkuat hubungan dengan menghabiskan waktu terpisah
Oke, ini mungkin cukup berisiko. Tapi suatu hubungan butuh keseimbangan. Jadi, tidak baik juga jika Anda terus-terusan menghabiskan waktu bersama pasangan. Cobalah untuk tertarik dengan hal-hal lain, bersosialisasi, dan melanjutkan hobi.

Ini akan membantu Anda tetap seimbang, dan sehat, dan itu akan bermanfaat bagi hubungan Anda. Trik untuk menghabiskan waktu secara terpisah adalah, membuat kesepakatan dengan pasangan tentang seberapa banyak waktu yang Anda butuhkan untuk bersama. 

Lakukan hal-hal yang membuat Anda bahagia, Mungkin berlibur bersama teman-teman, melakukan kegiatan amal, atau melakukan latihan untuk suatu acara, seperti lari marathon 10 km. Pilihlah sesuatu yang dapat membantu Anda mengembangkan kepribadian, karena itu akan membuat kita merasa lebih mandiri dan lebih menarik.